Elliot Wave Theory

Admin | 3:26 AM | 2comments
Elliot Wave Theory (Teori Elliot Wave) merupakan pengembangan dari Dow Theory (teori Dow) yang terkenal. Teori ini digunakan untuk aset yang diperdagangkan, liabilitas atau komoditas (saham, obligasi, minyak, emas, dan lain-lain). Gelombang dimunculkan oleh seorang akuntan Ralph Nelson Elliot dalam monografnya "The Wave Principle" yang dikeluarkan tahun 1938. Teori Elliot Wave berdasarlan pada pola peredaran dari psikologi perilaku orang-orang. Menurut Elliot, pergerakkan harga pasar dapat dengan jelas ditentukan sebagai gelombang (gelombang merupakan pergerakkan harga yang jelas terlihat). Teori Elliot Wave adalah sistem peraturan yang disimpulkan secara empiris untuk interpretasi perilaku pasar.

gambar dari internet
Dalam kerangka tren naik, gelombang 1,3 dan 5 adalah gerakan, dan setiap gelombang dibagi menjadi lima gelombang yang lebih kecil, sementara gelombang 2 dan 4 bersifat korektif dan dibagi dalam tiga gelombang. Gerakkan ditandai dengan angka dan gelombang korektif dengan angka. Dalam hal skala, teori Elliot mengatakan :
  1. Pasar hanya dapat naik dan bertahan.
  2. Kedua tahap dalam skala terpilih dideskripsikan dengan 8 formasi gelombang pergerakkan pasar.
  3. Gelombang pertama tahap apapun (ditandai oleh angka) dari tren pasar utama, gerakkan. Tiga gelombang terakhir (ditandai oleh huruf) dari pergerakkan koreksi, mengarah pada yang utama. Pengembangan lebih lanjut bersamaan dengan tiga gelombang terakhir dapat menyebabkan perubahan tahap pasar.
  4. Setiap pergerakkan gelombang tepat waktu dengan peraturannya sendiri. Saat terakhirnya, sama halnya dengan ukurannya, dapat diperkirakan dengan batas yang kecil, jika seluruh gelombang ditentukan dengan benar, dengan adanya skala waktu yang lebih besar, kondisi pasar saat ini ditentukan dengan tepat.
  5. Jika saat berakhirnya gelombang atau ukuran tidak cocok dengan nilai yang ditentukan sebelumnya, ini berarti bahwa analisa awal dalam Elliot Wave tidak benar.
Peraturan dalam mengartikan Elliot Waves :
  1. Perubahan gelombang kedua tidak pernah sama dengan pergerakkan naik 100% dari gelombang pertama. Contohnya, pada pasar yang naik, kerendahan gelombang kedua tidak akan pernah berada di awal gelombang pertama.
  2. Gelombang ketiga dalam urutan pergerakkan tidak pernah menjadi yang terpendek, biasanya yang terpanjang.
  3. Gelombang depan tidak pernah berakhir dalam jangkauan harga gelombang pertama, kecuali jika membentuk grafik dengan cara khusus, pergerakkan pasar sama dengan sebelumnya, tanpa menghiraukan ukuran dan periode pergerakkan.

source : support.instaforex.com

Cara Membuat Akun Live Trading di InstaForex

Admin | 12:16 AM | 5comments
Jika anda sudah merasa siap untuk menuju Live Trading, maka yang anda butuhkan sekarang adalah Live Account. Anda dapat mendaftarkan diri / membuat akun trading pada broker kepercayaan anda. Pada artikel ini yang saya ambil sebagai contoh adalah broker InstaForex, karena kebetulan akun yang saya gunakan juga dari InstaForex.

Untuk cara pendaftarannya sbb :
  • Kunjungi website resmi InstaForex.com;
  • Buka halaman Untuk Trader > pilih menu Buka Akun;
  • Ikuti instruksi selanjutnya seperti terlihat pada gambar dibawah.
gambar 1. klik tombol Accept terms of agreement
gambar 2. klik tombol Membuka akun
Mohon diisikan FOCB pada kolom Kode Afiliasi.
Setelah langkah-langkah diatas dilakukan, anda akan menerima konfirmasi pembuatan akun trading seperti terlihat pada gambar 3. Copy dan simpan semua kode tersebut sebagai data akses anda pada live acc yang baru saja anda buat.

gambar 3. konfirmasi pembukaan akun trading

Manajemen Psikologi Trading

Admin | 8:57 PM | 8comments
Manajemen Psikologi Trading, perlukah diketahui dan dipahami?
Secara harfiah, psikologi identik dengan perubahan mental seseorang. Dan dalam trading, kesiapan mental seorang trader dalam menghadapi segala situasi memang sangat diperlukan. Tak sedikit trader yang berakhir bangkrut hanya karena kurang siap-nya mental mereka hingga mempengaruhi pola tradingnya yang sebenarnya bagus. Pada live trading, perubahan psikologi yang dialami seorang trader tentu sangat berbeda berbeda dengan saat menggunakan demo acc, hal ini disebabkan karena dalam live trading bukan lagi menggunakan uang virtual, melainkan uang yang sesungguhnya. Mengelola psikologi (manajemen psikologi) trading memang bukan pekerjaan yang mudah, namun memang inilah salah satu hal penting yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang trader jika tak ingin terkubur dalam market forex yang kian berkembang.

Setiap manusia terlahir dengan berbagai karakter maupun sifat yang komplek. Rasa serakah, tamak, ragu-ragu, takut, sakit hati, ingin balas dendam dll merupakan musuh utama yang harus ditaklukkan oleh seorang trader. Dan trading forex merupakan sebuah aktivitas bisnis yang melibatkan manusia, tentu saja berikut segala macam sifat maupun karakter yang dimilikinya. Dan karena itulah manajemen psikologi sangat diperlukan disini.


Beberapa hal yang lazim terjadi dalam trading :

Tamak
Ini adalah sifat dasar manusia yang paling sulit untuk dihilangkan. Satu tujuan trader saat masuk market dan melakukan transaksi adalah mendapatkan keuntungan. Dan kecenderungan trader adalah ingin meraih keuntungan lebih besar dari apa yang sudah didapatkannya saat itu. Contoh kasus yang pernah saya alami, saat itu saya mendapatkan keuntungan sebesar USD 10 hanya beberapa menit saja dengan menggunakan volume 0.10 lot dalam 5 kali transaksi. Kemudian timbul rasa tamak dalam pikiran saya, jika tadi saya menggunakan lot 0.50 hasilnya jelas-jelas USD 50, atau... kenapa tidak 1.00 lot saja sekalian, biar profitnya semakin besar. Namun ketika saya benar-benar menggunakan 1.00 lot, ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Trend harga yang saya perkirakan ternyata meleset, hanya saja keyakinan pada analisa saya cujup besar saat itu hingga stop loss-pun saya perbesar jaraknya.

Alhasil, setelah seharian menunggu, percobaan untuk menahan harga dan berharap trend akan berbalik arah justru berakhir pahit dan memaksa saya untuk merelakan hampir 90% modal yang saya investasikan. Sakit hati? Tentu saja! Dengan sisa modal yang ada saya berusaha untuk mengembalikan uang yang sudah hilang, tapi harga tak bisa dilawan dan market tak bisa dikendalikan hingga Margin Call datang dan menutup transaksi, seluruh modal saya habis tanpa sisa.

Balas dendam pada market
Kondisi ini sangat umum dialami oleh pemula seperti saya ketika mengalami loss. Seperti yang saya contohkan diatas, balas dendam hanya akan membuat trader tidak bisa berpikir jernih dan fokus pada pola trading. Tentu saja ini menjadi malapetaka besar jika terus berlanjut.

Takut dan ragu-ragu
Masalah psikologis lainnya adalah takut ataupun ragu-ragu. Akibat dari masalah psikologis tersebut biasanya adalah terlambatnya masuk market atau bahkan berakibat hilangnya kesempatan untuk profit.

Over Confident
Over confident atau terlalu percaya diri. Seringkali terjadi ketika beberapa kali secara berturut-turut mendapatkan profit, bahkan tanpa loss sama sekali. Percaya diri itu perlu, namun terlalu percaya diri juga bisa memberikan efek yang tidak baik dalam trading.

Dari contoh kasus diatas tinggal bagaimana anda mengelola psikologi anda sendiri. Untuk medapatkan profit tidaklah harus hari ini, besok atau lusa kesempatan itu akan selalu ada untuk anda karena Forex akan terus menunggu anda. Menjadi mangsa, atau pemangsa? Semua tergantung diri anda sendiri :)

Fungsi Pending Order dan Cara Memasangnya

Admin | 3:40 PM | 8comments
Pada platform MetaTrader 4 (MT4) terdapat dua cara yang lazim digunakan trader untuk melakukan OP, yaitu dengan Istant Execution, yaitu dimana order akan di eksekusi pada saat itu juga dan Pending Order, dimana eksekusi order menunggu pada harga yang sudah ditentukan, setelah harga tersentuh batas pending order, maka akan di eksekusi secara otomatis. Dengan memanfaatkan fitur ini, maka trader tidak perlu lagi terus menerus berada didepan layar monitor. Cukup memprediksikan arah trend dan pada level berapa harga diperkirakan harga akan berbalik arah.

Pada MT4 terdapat 4 jenis pending order, yaitu : Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop dan Sell Stop yang memiliki kegunaan berbeda-beda. Untuk pemasangannya, lihat gambar 1 dan gambar 2.

gambar 1. pemasangan Pending Order
gambar 2. pemasangan Buy Limit
BUY LIMIT
Penggunaan Buy Limit berdasarkan analisa bahwa arah trend harga yang tadinya turun akan berbalik arah dan menyentuh harga tertentu (menurut prediksi anda) dimana anda ingin melakukan transaksi BUY. Seting harga Buy Limit harus dibawah harga saat ini, lihat gambar 3.

gambar 3. penerapan Buy Limit
Pada gambar 3 (pada pair EU/EURUSD) harga diperkirakan akan turun hingga menyentuh level 1.3043 dan akan berbalik naik hingga menyentuh level 1.3095. Pada ilustrasi diatas Buy Limit dipasang pada level 1.3043 dan TP pada level 1.3095. Saat harga pada level 1.3043 tersentuh, transaksi akan di eksekusi secara otomatis.

SELL LIMIT
Penggunaan Sell Limit adalah kebalikan dari Buy Limit, dimana harga saat ini sedang naik hingga menyentuh harga tertentu dan akan berbalik arah hingga menyentuh harga tertentu.

gambar 4. penerapan Sell Limit
Contoh kasus pada gambar 4 harga diperkirakan akan naik hingga menyentuh level 1.3088, kemudian berbalik arah hingga menyentuh level 1.3042. Sell Limit dipasang pada level 1.3088 dan TP pada level 1.3042.

Buy Limit dan Sell Limit cocok diaplikasikan ketika harga bergerak pada range / kisaran harga tertentu.

BUY STOP
Buy Stop dipasang ketika harga terus bergerak naik mengikuti trend bullish dan diprediksikan akan terus melanjutkan trend apabila menyentuh level harga tertentu (trend semakin kuat).
Contoh kasus :
Trend harga saat itu adalah bullish (naik), sementara anda membuka OP Buy pada level 1.2944. Saat itu, anda memprediksikan jika harga menyentuh atau menembus level 1.2973 (harga tertinggi saat itu) maka trend akan terus menguat dan berlanjut.

gambar 5. penerapan Buy Stop
SELL STOP
Yang berlaku pada Sell Stop adalah kebalikan dari Buy Stop.

MetaTrader4 InstaTrader dan Cara Instalasi

Admin | 2:35 PM | 3comments
InstaTrader merupakan platform trading dari broker InstaForex yang mana pada saat ini terus berkembang secara dinamis yang dasarnya diambil dari terminal trading MetaTrader 4 (MT4). Terminal trading InstaForex diberikan untuk klien broker InstaForex secara gratis, termasuk Multi Terminal dan versi Mobile (SmartPhone) untuk Windows Mobile. Terminal trading InstaTrader memungkinkan bagi trader bukan hanya untuk melakukan eksekusi transaksi pada pasar Forex melalui perusahaan InstaForex tapi juga untuk menerima kuotasi untuk pasangan mata uang utama (currency pairs), persilangan, indeks saham dunia dan untuk melakukan analisa teknis pada berita Forex serta ulasan berita yang dirilis oleh perusahaan. Berikut adalah interface atau tampilan antar muka pada platform MT4 InstaForex.

gambar 1. Interface MT4 dari broker InstaForex
Kelebihan platform InstaTrader MT4 :
  • Eksekusi permintaan dengan menggunakan teknologi Instant Execution;
  • Penempatan Pending Order yang mudah;
  • Memberikan laporan dan pernyataan dengan mudah;
  • Kesempatan penggunaan penasehat ahli;
  • Hanya membutuhkan sistem dan koneksi dengan kecepatan yang rendah;
  • Support berbagai bahasa;
  • Jaminan tingkat keamanan yang tinggi.
Cara instalasi InstaTrader MT4 adalah sbb :
  • Pastikan device / perangkat yang anda gunakan terkoneksi dengan internet;
  • Download MetaTrader 4 atau terminal yang sesuai dengan device anda;
  • Ikuti petunjuk istalasi seperti pada gambar ilustrasi dibawah ini,
gambar 2. Klik Next
gambar 3. Beri tanda centang, klik Next
gambar 4. Klik Next
gambar 5. Instalasi selesai, klik Finish
Anda dapat membuat akun demo setelah terminal MetaTrader 4 terbuka. Caranya, baca artikel Cara membuat Demo Account Forex.

Link download InstaTrader platform :

Pengertian Leverage dan Cara Menghitungnya

Admin | 2:15 PM | 35comments
Apakah yang dimaksud dengan LEVERAGE?
Leverage adalah rasio antara jumlah jaminan dan dana yang dipinjam yang dialokasikan untuk trading. Contoh leverage : 1:100, 1:200, 1:500. Leverage 1:100, artinya untuk transaksi yang dilakukan anda harus memiliki akun trading dengan broker dalam jumlah 100 kali lebih kecil daripada jumlah transaksi.

Koefisien kredit disebut leverage. Nilainya dapat bervariasi dari 1:1 ke 1:500, yang berarti klien mempunyai peluang untuk membeli / menjual mata uang melebihi jumlah jaminan 500 kali. Sebagai contoh, jika trader memilih leverage 1:100 untuk akun trading dan membuat deposit 100 USD, maka ia memiliki peluang untuk membeli mata uang dengan jumlah mencapai 100 x 100 = 10.000 USD.

Setelah pembelian mata uang, jika ada pergerakan yang menguntungkan trader dapat melakukan transaksi, sehingga tingkat keuntungan bervariasi. Yaitu, jika ia menyelesaikan transaksinya. Pada saat penutupan penawaran, kredit secara otomatis ditutup, jumlah jaminan tetap pada akun trader sebagaimana juga dengan seluruh keuntungan. Skema inilah yang memungkinkan kita untuk dapat menghasilkan profit yang signifikan, bahkan terkadang melebihi jumlah dari jaminan yang tersedia dalam transaksi tertentu dengan adanya perubahan kecil dalam kurs mata uang asing. Resiko trader terbatas hanya pada jumlah jaminan, karena dealer keuangan (pusat transaksi) tidak menyediakan jumlah mata uang sebenarnya untuk jumlah keseluruhan dari transaksi yang dibuka, tapi hanya menjamin deposit kerugian atau keuntungan yang dijumlahkan seluruhnya pada penutupan transaksi. Penutupan dari sebuah transaksi adalah kebalikannya, karena membeli sejumlah mata uang artinya menjual volume yang sama dari mata uang tersebut dan sebaliknya.

Definisi leverage sendiri tidak bisa dipisahkan dengan Margin. Namun, jika dipelajari lebih dalam, terdapat perbedaan dari kedua konsep ini. Tapi, ada satu manfaat untuk pemborong saham, yaitu semakin besar leverage maka semakin besar rasio dari dana dan peluang transaksi spekulatif setelahnya. Namun, bagaimana pengaruhnya terhadap trading? Mari kita mulai dengan sejarah dari margin.

Pada awalnya, prinsip trading margin terkait dengan transaksi dalam pasar komoditas. Pada abad ke 19, bursa komoditas merupakan pasar dimana transaksi trading dilakukan secara tunai. Broker, yang menyediakan layanan untuk pelaksanaan transaksi, transfer uang dan manajemen akun merupakan dealer pada pasar-pasar tersebut. Broker mempertahankan akun dengan menggunakan metode recording khusus, yang disebut circle recording. Metode ini merupakan yang paling efisien untuk menyelesaikan akun di antara klien pada penjualan kembali barang-barang yang sering terjadi. Metode perhitungan circle tersebut telah diterapkan pada pasar futures sampai dengan tahun 1920-an selama memenuhi kebutuhan pasar tersebut.

Dalam susunan metode ini, anggota bursa yang membuat transaksi akan memenuhi kewajiban mereka yang ditetapkan oleh kontrak sebagai pihak dalam perjanjian. Mereka adalah satu-satunya yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kewajiban transaksi. Berkat sistem pembayaran tersebut klien tidak perlu deposit dana mereka sendiri untuk menjamin pemenuhan secara finansial setiap kontrak pertukaran yang ditradingkan dan dapat menikmati trading dengan harga yang lebih rendah. Metode penyelesaian sebelumnya lebih menguntungkan untuk tahap trading tersebut, ketika sebagian besar transaksi murni komersial, yaitu pembelian dan penjualan kontrak menunjukkan permintaan riil untuk barang-barang atau barang itu sendiri. Para anggota bursa harus memiliki aset keuangan yang besar untuk menjamin pelaksanaan kewajiban-kewajiban dalam kondisi apapun.

Tetapi pada awal abad lalu, karena transaksi spekulatif tumbuh dengan besar, teknologi manajemen risiko yang lebih inovatif muncul dari broker, margin trading merupakan pilihan penting bagi mereka yang ingin membuat keberuntungan mereka dari jumlah uang yang sedikit (trader) dan mereka yang membuat keuntungan lebih dari sekedar keinginan tersebut (broker).

Dalam forex, leverege disebut juga sebagai daya ungkit. Dengan adanya leverage ini memungkinan kita untuk dapat berinvestasi dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan dengan dana yang kita investasikan. Atau dengan kata lain, leverage merupakan bentuk kredit yang memungkinkan kita untuk bernegosiasi di pasar dengan pinjaman uang dari broker (perusahaan pialang yang terlibat dalam transaksi forex).

Pada umumnya, leverage yang diberikan dalam trading forex adalah 1:100. Artinya, anda hanya membutuhkan 1%-nya saja sebagai margin (jaminan). Sehingga ketika anda ingin membeli Poundsterling terhadap US Dollar (GBPUSD) sebanyak $100, maka anda cukup memberikan margin sebesar 1% dari $100 tersebut, yaitu $1.
Fungsi leverage dari 1:100 tersebut diatas sebagai daya ungkit anda yang bisa menaikkan kekuatan transaksi hingga 100 x lipatnya. Jadi, misalnya margin anda sebesar $200, maka anda bisa bertrading maksimal di jumlah $20,000 yang diperoleh dari $200 (margin) x 100  (leverage).


Cara menghitung margin (jaminan) dengan leverage :
  • leverage 1:100 maka berarti (1/100)x100% = 1% 
  • leverage 1:200 maka berarti (1/200)x100% = 0.5% 
  • leverage 1:500 maka berarti (1/500)x100% = 0.2%
 
Copyright © 2012 FOREX idea All Rights Reserved
Supported by Mas Template | Proudly powered by Blogger.com
Almost all traders never experienced failure before they become a professional trader.
In the Forex business, not how you start, but how you manage your trading psychology and the current financial.