Showing posts with label Analisa Teknikal. Show all posts
Showing posts with label Analisa Teknikal. Show all posts

Dow Theory

Admin | 1:49 AM | 5comments
Sebagaian besar apa yang kita ketahui mengenai Analisis Teknis lahir dari ide-ide Charles Dow dan mitranya Edward Jones yang bekerja dalam perusahaan Dow Jones & Company sejak tahun 1882. Ide-ide ini diterbitkan dalam Wall Street Journal dan pada saat ini diterima oleh sebagian besar penganut analisis teknis meskipun sebagian besar tidak mengenal sumbernya. Teori Dow hingga kini masih mendominasi meskipun telah banyak analisis teknis yang lebih rumit dan berteknologi tinggi.

I. Pasar memperhitungkan segalanya.
Semua hal yang dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran pasar tercermin dalam harga pasar.

II. 3 Tipe Kecenderungan (Tren).
Menurut Dow, tren naik (uptrend) adalah naik terus menerus hingga ke puncak dan turun, sedangkan tren turun (downtrend) adalah turun terus menerus hingga ke titik yang paling rendah. Dow menilai bahwa hukum aksi dan reaksi yang berlaku untuk pasar sama seperti untuk benda-benda fisik lainnya, dan ini berarti bahwa setiap perubahan yang signifikan selalu diikuti oleh pengembalian yang konkrit.

Dow membagi tren ini menjadi 3 bagian:
  1. Primer (sebanding dengan air pasang, yang permukaannya terus menerus naik).
  2. Sekunder (sebanding dengan gelombang dan mewakili koreksi arus balik) dari tren pertama, biasanya mencapai 1/3, 2/3 atau biasanya setengah dari perubahan tren sebelumnya.)
  3. Minor (riak) - fluktuasi dalam tren sekunder.
III. Tren Primer terdiri dari tiga fase.
Dow sangat memperhatikan tren primer yang terbagi atas tiga fase ini:
  1. Fase Akumulasi - investor yang paling cerdik mulai menjual atau membeli dengan merasakan perubahan terkini dari arah pasar.
  2. Fase Partisipasi - dengan menggunakan analisis teknis, sebagian besar trader masuk ke pasar mengikuti perubahan harga yang cepat.
  3. Fase Implementasi - arah baru yang diakui dan diterima secara luas serta didukung oleh berita-berita ekonomi yang menghasilkan pertumbuhan volume spekulatif dan semua partisipan dalam tren.
IV. Indeks Bursa harus saling konfirmasi.
Dow menyatakan bahwa hingga kurva indeks Industri dan Perkereta-apian (wacana mengenai indeks Dow-Jones)tidak melampaui puncak sebelumnya maka tidak ada konfirmasi awal maupun kelanjutan gerakan "bull" (menaik) di pasar. Sinyal-sinyal tidak harus masuk secara bersamaan namun makin jelas suatu sinyal dianggap makin sedikit waktu berlangsung diantara sinyal-sinyal tsb.

V. Tren diperkuat oleh volume perdagangan.
Volume jual-beli membesar atau menyusut tergantung dari bergeraknya harga ke arah tren atau sebaliknya. Dow menilainya sebagai volume indikator tahap kedua. Sinyal-sinyalnya ke jual atau beli didasarkan pada harga penutupan.

VI. Tren harus dinilai berlanjut hingga munculnya tanda-tanda arah yang berlawanan.
Semua pendekatan teknis untuk menganalisis pasar berdasar pada ide yang sederhana, yakni tren akan berlanjut sampai munculnya kekuatan luar yang memaksa arahnya berbalik - sama seperti dalam hal bendak-benda fisik. Dengan demikian akan ada sinyal-sinyal ke arah sebaliknya yang harus dicari.

# Ayunan yang gagal.
Untuk usaha yang tidak berhasil puncak "C" melampaui puncak "A", diikuti dengan melampaui titik bawah "B", menunjukkan sinyal jual pada titik "S".

gb1. Ayunan yang gagal
# Ayunan yang berhasil.
"C" melampaui puncak "A", sebelum "D" jatuh lebih rendah dari "B". Sebagian menilai sebagai sinyal jual pada "S1", dan sebagian lainnya menunggu menurunnya puncak di "E", sebelum mulai menjual pada "S2".

gb2. Ayunan berhasil
Dow hanya mempelajari harga penutupan. Indeks harus tertutup lebih tinggi dari puncak sebelumnya atau lebih rendah dari titik terendah terakhir agar menjadi signifikan. Fluktuasi dalam harian tidak memiliki signifikan.

# Ayunan ke bawah yang gagal.
Ketika "B" melampaui "B1" berarti sinyal jual (sell)

gb3. Ayunan kebawah yang gagal
# Ayunan ke bawah yang berhasil.
Sinyal beli (buy) berada pada "B1" atau "B2".

gb4. Ayunan kebawah yang berhasil

source : ifcmarkets.com

Tips Memilih dan Menentukan Indikator

Admin | 6:50 PM | 9comments
Dalam trading forex, indikator merupakan instrumen analisa teknikal yang sering digunakan trader untuk membantu menganalisa ataupun menentukan kapan saat yang tepat untuk masuk market dan kapan saatnya harus keluar. Banyak anggapan bahwa sebagian besar trader profesional memilih untuk tidak menggunakan indikator, dengan pertimbangan bahwa indikator sering terlambat dalam memberikan tanda atau bahkan memberikan false signal (sinyal palsu) yang tentu saja tidak diharapkan. Dan menurut apa yang pernah saya alami, anggapan diatas memang benar. Tak jarang saya terlambat masuk pasar karena terlalu yakin dengan signal indikator, tapi untuk mendahului masuk market-pun rasanya ragu. Jadi apa boleh buat, mau tak mau tetap saja menunggu signal dari indikator.

indikator SMA5;10;20 dan MACD
Pada gambar diatas adalah indikator yang saat ini saya gunakan, yaitu trend indicators Simple Moving Average / SMA5;10;20 dan oscillators MACD karena kebetulan saya sedikit paham cara menggunakan indikator-indikator tersebut. Dulu, saya seringkali mengganti (maksudnya mencoba) menggunakan indikator lainnya, namun karena bingung cara membacanya maka akhirnya kembali lagi pada pilihan indikator diatas.

Dan menurut apa yang pernah saya baca dari beberapa artikel di internet ataupun situs-situs broker, penggunaan indikator yang berlebihan sangat tidak disarankan. Menurut mereka, ini hanya akan membuat trader kebingungan karena terlalu banyaknya signal yang diberikan.
Dari keterengan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, menggunakan banyak indikator belum tentu dapat memberikan azas manfaat sesuai yang diinginkan, sementara menggunakan indikator yang sudah kita pahami akan jauh lebih menguntungkan. Indikator yang cocok untuk saya, belum tentu cocok dengan anda. Jadi ya terserah anda, :)

Chaos Theory

Admin | 3:55 AM | 3comments
Masing-masing trader memiliki strategi berbeda untuk mencapai kesuksesan dalam spekulasi finansial. Terkadang mereka menggunakan metode yang mirip dengan permainan judi di Casino, atau mengacuhkan manajemen resiko, atau dengan menjerumuskan dirinya dalam pencarian regularitas matematis. Dalam hal ini Bill William dapat dianggap sebagai penemu Chaos Theory. Dia merupakan orang pertama yang menyarankan penggunakan fractal (indikator fractal) dalam trading. Fraktal adalah beberapa bentuk geometri dengan fitur utamanya adalah kemiripan. Contohnya dari elemen kecil yang terdiri dari struktur yang lebih besar dan menduplikasikan bentuk formasi yang lebih kecil. Teori ini menyatakan bahwa khususnya dalam fitur kemiripan, seluruh elemen alam diatur oleh otak manusia.

gambar dari internet
Bagaimana fraktal dapat berguna dalam trading?
Sering sekali ditemui bahwa beberapa angka pada grafik terlihat dengan perputaran yang tetap sama dalam skala yang lebih besar atau lebih kecil. Dalam hal ini dapat dibuat kesimpulan, bahwa setelah sementara waktu, pasar akan mengulang pergerakkan yang mirip dengan elemen yang sudah ada sebelumnya. Untuk menentukan angka ini, maka perkiraan dapat dibuat dengan perkiraan lebih dekat, dan oleh karena itu cara ini dapat digunakan secara bebas. Bill William menyarankan untuk menggunakan fraktal dalam trading Forex, pada beberapa candle, salah satu dari yang ada akan menjadi minimum atau maksimum dalam skala waktu yang ada. Untuk sederhananya, dia membuat indikator, yang menjadi benar-benar populer dan saat ini merupakan standar untuk terminal trading MetaTrader4.

Saat ini Chaos Theory dikembangkan dengan amat baik dan berubah dari ide awal Bill William. Tujuan utamanya tetap sama, pencarian angka yang mirip pada grafik untuk perkiraan harga. Teori fraktal modern adalah pencarian trader bukan lagi pada fraktal, tetapi pada satuan organisme, formasi yang sedikit lebih besar dari 5-6 candle berdasarkan pada kemiripan. Selain itu, Mirror Theory, cabang dari Fractal Theory, sudah jauh dalam memberikan kesaksian bahwa pasar dalam pencapaian beberapa titik, selalu menunjukkan dirinya sebagai mirror (cermin). Selain itu, penganut mirror market mengatakan bahwa bahkan peristiwa yang tidak terkira dari karakter fundamental telah diingat oleh pasar. Contoh tematisnya adalah aksi terorisme di London; sebelumnya grafik mata uang tidak menunjukkan latar belakang teknik untuk pergerakkan besar, namun indikator cermin mengarah pada pergerakkan kuat, yang sudah terjadi dengan bantuan para teroris.

source : support.instaforex.com

Elliot Wave Theory

Admin | 3:26 AM | 2comments
Elliot Wave Theory (Teori Elliot Wave) merupakan pengembangan dari Dow Theory (teori Dow) yang terkenal. Teori ini digunakan untuk aset yang diperdagangkan, liabilitas atau komoditas (saham, obligasi, minyak, emas, dan lain-lain). Gelombang dimunculkan oleh seorang akuntan Ralph Nelson Elliot dalam monografnya "The Wave Principle" yang dikeluarkan tahun 1938. Teori Elliot Wave berdasarlan pada pola peredaran dari psikologi perilaku orang-orang. Menurut Elliot, pergerakkan harga pasar dapat dengan jelas ditentukan sebagai gelombang (gelombang merupakan pergerakkan harga yang jelas terlihat). Teori Elliot Wave adalah sistem peraturan yang disimpulkan secara empiris untuk interpretasi perilaku pasar.

gambar dari internet
Dalam kerangka tren naik, gelombang 1,3 dan 5 adalah gerakan, dan setiap gelombang dibagi menjadi lima gelombang yang lebih kecil, sementara gelombang 2 dan 4 bersifat korektif dan dibagi dalam tiga gelombang. Gerakkan ditandai dengan angka dan gelombang korektif dengan angka. Dalam hal skala, teori Elliot mengatakan :
  1. Pasar hanya dapat naik dan bertahan.
  2. Kedua tahap dalam skala terpilih dideskripsikan dengan 8 formasi gelombang pergerakkan pasar.
  3. Gelombang pertama tahap apapun (ditandai oleh angka) dari tren pasar utama, gerakkan. Tiga gelombang terakhir (ditandai oleh huruf) dari pergerakkan koreksi, mengarah pada yang utama. Pengembangan lebih lanjut bersamaan dengan tiga gelombang terakhir dapat menyebabkan perubahan tahap pasar.
  4. Setiap pergerakkan gelombang tepat waktu dengan peraturannya sendiri. Saat terakhirnya, sama halnya dengan ukurannya, dapat diperkirakan dengan batas yang kecil, jika seluruh gelombang ditentukan dengan benar, dengan adanya skala waktu yang lebih besar, kondisi pasar saat ini ditentukan dengan tepat.
  5. Jika saat berakhirnya gelombang atau ukuran tidak cocok dengan nilai yang ditentukan sebelumnya, ini berarti bahwa analisa awal dalam Elliot Wave tidak benar.
Peraturan dalam mengartikan Elliot Waves :
  1. Perubahan gelombang kedua tidak pernah sama dengan pergerakkan naik 100% dari gelombang pertama. Contohnya, pada pasar yang naik, kerendahan gelombang kedua tidak akan pernah berada di awal gelombang pertama.
  2. Gelombang ketiga dalam urutan pergerakkan tidak pernah menjadi yang terpendek, biasanya yang terpanjang.
  3. Gelombang depan tidak pernah berakhir dalam jangkauan harga gelombang pertama, kecuali jika membentuk grafik dengan cara khusus, pergerakkan pasar sama dengan sebelumnya, tanpa menghiraukan ukuran dan periode pergerakkan.

source : support.instaforex.com
 
Copyright © 2012 FOREX idea All Rights Reserved
Supported by Mas Template | Proudly powered by Blogger.com
Almost all traders never experienced failure before they become a professional trader.
In the Forex business, not how you start, but how you manage your trading psychology and the current financial.